<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving DTD v1.0 20120330//EN" "JATS-journalarchiving.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:ali="http://www.niso.org/schemas/ali/1.0">
  <front>
    <article-meta>
      <title-group>
        <article-title>Analysis of Maharah Qira'ah Learning Based on E-Learning for Fourth Siemester Students of the PBA Study Program in the Era of the Covid-19 Pandemc</article-title>
        <subtitle>Analisis Pembelajaran Maharah Qira'ah Berbasis E-Learning Mahasiswa Semester IV Prodi PBA di Era Pandemi Covid-19</subtitle>
      </title-group>
      <contrib-group content-type="author">
        <contrib id="person-60c40b44c11770b9923429eee75018b5" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Janah</surname>
            <given-names>Roikhatul</given-names>
          </name>
          <email>ikaroikha17@gmail.com</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-1" />
        </contrib>
        <contrib id="person-470f079174abb305856f07d295c7f4bd" contrib-type="person" equal-contrib="no" corresp="no" deceased="no">
          <name>
            <surname>Anwar</surname>
            <given-names>Najih</given-names>
          </name>
          <email>najihanwar@umsida.ac.id</email>
          <xref ref-type="aff" rid="aff-2" />
        </contrib>
      </contrib-group>
      <aff id="aff-1">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <aff id="aff-2">
        <country>Indonesia</country>
      </aff>
      <history>
        <date date-type="received" iso-8601-date="2022-10-28">
          <day>28</day>
          <month>10</month>
          <year>2022</year>
        </date>
      </history>
      <abstract />
    </article-meta>
  </front>
  <body id="body">
    <sec id="sec-1">
      <title>Pendahuluan</title>
      <p id="_paragraph-11">Pengajaran bahasa Arab di Indonesia memiliki tujuan untuk memberi peserta didik kemampuan dalam menggunakan bahasa asing secara lancar dan aktif. Cara peserta didik untuk memperoleh kemampuan tersebut adalah dengan menguasai keempat keterampilan dalam berbahasa.[1] Dan bahasa memiliki empat keterampilan, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan keterampilan menulis. Membaca adalah sumber penting bagi siswa untuk belajar bahasa Arab di luar kelas, dan itu adalah keterampilan yang memerlukan berbagai latihan khusus.[2] Maka peserta didik membutuhkan adanya pembelajaran tersendiri mengenai <italic id="_italic-16">maharah qira’ah</italic>. Dikarenakan masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mempelajari, membaca dan memahami literatur-literatur dengan baik.[1] Dengan adanya pembelajaran <italic id="_italic-17">maharah qira’ah</italic> peserta didik diharapkan dapat dengan lancar membaca teks sesuai kaidah <italic id="_italic-18">nahwu shorof</italic> yang benar sekaligus dapat memahami teks dan mengambil makna pemikiran utama dan esensinya dalam sebuah teks.[3]</p>
      <p id="_paragraph-12">Pembelajaran <italic id="_italic-19">maharah qira’ah</italic> pada umumnya berlangsung di dalam kelas secara <italic id="_italic-20">face to face</italic>, akan tetapi semenjak pandemi covid-19 muncul, pembelajaran harus dialihkan secara online di rumah.[4] Hal itu disampaikan oleh pemerintah sebagai solusi terkait kegiatan pembelajaran pada era pandemi covid-19.[5] Hingga akhirnya pembelajaran secara online/daring di rumah mulai diterapkan di berbagai lembaga pendidikan termasuk di dalamnya salah satu perguruan tinggi yaitu Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menjadikan media <italic id="_italic-21">e</italic><italic id="_italic-22">-</italic><italic id="_italic-23">l</italic><italic id="_italic-24">earning</italic> sebagai media pembelajaran baru yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar dalam pembelajaran <italic id="_italic-25">maharah qira’ah</italic> di era pandemi covid-19 ini dengan melihat fenomena perkembangan teknologi yang semakin pesat, agar pembelajaran online di rumah dapat berjalan dengan baik.</p>
      <p id="_paragraph-13">Saat pembelajaran <italic id="_italic-26">maharah qira’ah</italic> di PBA UMSIDA secara daring/online sudah berjalan, terbitlah sebuah kebijakan baru mengenai pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas yang dimulai pada juli 2021 dengan syarat semua tenaga kependidikan telah divaksinasi dan pembatasan jam pertemuan saat melangsungkan pembelajaran serta menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Kebijakan tersebut diambil dikarenakan tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi menurun.[6]</p>
      <p id="_paragraph-14">Menyikapi kebijakan baru tersebut perguruan tinggi UMSIDA memutuskan untuk melaksanakan kegiatan perkuliahan <italic id="_italic-27">hybrid learning</italic> yang tercantum dalam Surat Edaran IX UMSIDA Nomor 098/II.3.AU/02.00/B/EDR/IX/2021.[7] Yaitu dengan mengkombinasikan strategi penyampaian pembelajaran menggunakan kegiatan tatap muka dan online dengan menggunakan LMS <italic id="_italic-28">E-Learning</italic> UMSIDA dan <italic id="_italic-29">video conference</italic> seperti <italic id="_italic-30">zoom</italic> dan <italic id="_italic-31">google meet </italic>serta berbantu aplikasi lain seperti <italic id="_italic-32">whatsapp</italic> dan <italic id="_italic-33">youtube</italic> untuk menyempurnakan pembelajaran termasuk di dalamnya pembelajaran <italic id="_italic-34">maharah </italic>qira’ah dan mengatasi berbagai permasalahan di dalamnya.[8] Sebagaimana yang telah dijabarkan di atas, maka peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul“Analisis Pembelajaran <italic id="_italic-35">Maharah Qira’ah</italic> Berbasis <italic id="_italic-36">E-Learning</italic> Mahasiswa Prodi PBA UMSIDA di Era Pandemi Covid-19.”</p>
    </sec>
    <sec id="sec-2">
      <title>Metode Penelitian</title>
      <p id="_paragraph-15">Dalam penelitian ini, pendekatan penelitian yang digunakan peneliti adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang mengungkapkan situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan dan analisis data yang relevan yang diperoleh dari situasi ilmiah.[9] Penggunaan pendekatan kualitatif deskriptif bertujuan untuk mengungkapkan situasi sosial dengan mendeskripsikan kenyataan yang berkenaan dengan pembelajaran <italic id="_italic-37">maharah qira’ah</italic> berbasis <italic id="_italic-38">e-learning</italic> pada mahasiswa PBA UMSIDA di era pandemi covid-19 secara benar, dibentuk oleh kata-kata yang terwujud dalam suatu tulisan yang bersifat naratif. Pelaksanaan penelitian ini dilangsungkan di semester IV Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Penelitian ini berfokus pada penerapan media pembelajaran <italic id="_italic-39">e</italic><italic id="_italic-40">-</italic><italic id="_italic-41">l</italic><italic id="_italic-42">earning</italic> pada pembelajaran <italic id="_italic-43">maharah qira’ah </italic>di era pandemi covid-19 yang mengacu pada rumusan masalah diantaranya berkenaan dengan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran <italic id="_italic-44">maharah qira’ah</italic> berbasis <italic id="_italic-45">e-learning</italic>. Subjek dalam penelitian ini adalah dosen pengampu mata kuliah <italic id="_italic-46">maharah qira’ah</italic>, mahasiswa PBA UMSIDA semester IV yang tengah mengambil mata kuliah <italic id="_italic-47">maharah qira’ah li at-takmili</italic>, wakil dekan FAI UMSIDA dan kaprodi PBA UMSIDA. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis datanya adalah reduksi data, data display dan verifikasi.</p>
    </sec>
    <sec id="sec-3">
      <title>Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="_paragraph-16">
        <bold id="_bold-16">Analisis Pembelajaran</bold>
        <italic id="_italic-48">
          <bold id="_bold-17">Maharah Qira’ah</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-17" />
        <bold id="_bold-18">Berbasis </bold>
        <italic id="_italic-49">
          <bold id="_bold-19">E-Learning</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-19" />
        <bold id="_bold-20">Mahasiswa Semester IV Prodi PBA UMSIDA di Era Pandemi Covid-19</bold>
      </p>
      <p id="paragraph-332a6be4dff915b182006626fd9b353d">
        <bold id="_bold-21">P</bold>
        <bold id="_bold-22">erencanaan</bold>
        <bold id="_bold-23"> P</bold>
        <bold id="_bold-24">embelajaran </bold>
        <italic id="_italic-147">
          <bold id="_bold-25">M</bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-148">
          <bold id="_bold-26">aharah </bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-149">
          <bold id="_bold-27">Q</bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-150">
          <bold id="_bold-28">ira’ah</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-29"> B</bold>
        <bold id="_bold-30">erbasis </bold>
        <italic id="_italic-151">
          <bold id="_bold-31">E-Learning</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-32"> Mahasiswa PBA UMSIDA di Era Pandemi C</bold>
        <bold id="_bold-33">ovid-19</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-17">Pembelajaran <italic id="_italic-50">maharah qira’ah</italic> di era pandemi covid-19 membutuhkan alternatif media pembelajaran yang baru untuk menyesuaikan perubahan keadaan yang terjadi. Oleh karena itu, alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai terobosan baru dan solusi agar pembelajaran <italic id="_italic-51">maharah qira’ah</italic> di PBA UMSIDA tetap terjaga kualitasnya pada saat pandemi adalah dengan menggunakan media <italic id="_italic-52">e-learning</italic>. Dengan penerapan media pembelajaran baru tentunya untuk memulai pembelajaran berbasis <italic id="_italic-53">e-learning</italic> tersebut diperlukan perencanaan yang terstruktur agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan banyak masalah bahkan kendala ketika di tengah proses pembelajaran.</p>
      <p id="_paragraph-18">Perencanaan pembelajaran yang akan dilakukan tentunya akan berbeda dengan perencanaan pembelajaran pada umumnya dikarenakan penggunaan media baru seperti <italic id="_italic-54">e-learning</italic>, sebagaimana yang dikemukakan oleh Hanum bahwa pada dasarnya perencanaan pembelajaran adalah suatu gambaran mengenai beberapa tindakan dan aktivitas yang dilakukan ketika berlangsungnya proses pembelajaran. maka dari itu, aplikasi perencanaan pembelajaran berbasis <italic id="_italic-55">e-learning</italic> meliputi rencana, perkiraan dan gambaran umum kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan jaringan komputer, baik intranet maupun internet. Tujuan, materi atau bahan ajar, kegiatan belajar mengajar dan evaluasi menjadi komponen utama dalam lingkup perencanaan pembelajaran.[10] Maka, sebelum menerapkan pembelajaran <italic id="_italic-56">e-learning</italic> di PBA UMSIDA, UMSIDA terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada para dosen dan mahasiswa terkait media <italic id="_italic-57">e-learning</italic> yang akan digunakan sebagai bentuk alternatif pembelajaran saat pandemi, yaitu dengan memberikan beberapa kali pelatihan maupun pedoman penggunaan media <italic id="_italic-58">e-learning</italic> tersebut. Supaya ketika <italic id="_italic-59">e-learning</italic> sudah diterapkan, para dosen dan mahasiswa sudah siap dan dapat mengaplikasikannya secara maksimal.</p>
      <p id="_paragraph-19">Selain perencanaan yang telah dilakukan oleh pihak kampus, setiap dosen yang mengajar juga berkewajiban untuk melakukan perencanaan pada mata kuliah yang akan diajarkannya dengan menggunakan media <italic id="_italic-60">e-learning.</italic> Perencanaan tersebut dilakukan agar capaian pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai. Sebelum melaksanakan pembelajaran, dosen pengampu mata kuliah <italic id="_italic-61">maharah qira’ah</italic> terlebih dahulu merencanakan apa-apa saja yang dibutuhkan saat akan melangsungkan proses pembelajaran. Perencanaan pertama yang dilakukan oleh dosen adalah dengan mempersiapkan bahan materi pembelajaran yang akan diajarkan kepada mahasiswanya. Dosen mata kuliah <italic id="_italic-62">maharah qira’ah</italic> ini menggunakan buku <italic id="_italic-63">silsilah ta’lim al-lughah al-arabiyyah li mustawa robi’. </italic>Beliau terlebih dahulu membagi materi dengan hanya memilih beberapa judul saja, untuk 14 kali pertemuan dalam perkuliahan satu semester karena melihat bentuk <italic id="_italic-64">nash</italic>nya/teksnya yang panjang.</p>
      <p id="_paragraph-20">Mata kuliah <italic id="_italic-65">maharah qira’ah</italic> memiliki capaian pembelajaran yang diharapkan oleh dosen dapat dicapai oleh mahasiswanya yaitu mahasiswa dapat membaca dengan baik dan juga benar yang sesuai dengan kaidah <italic id="_italic-66">nahwu sharaf</italic>, bukan hanya itu, mahasiswa juga diharapkan dapat memahami apa yang telah mereka baca. Berdasarkan capaian pembelajaran yang akan dicapai tersebut, maka dosen juga menyiapkan <italic id="_italic-67">mufrodat</italic> yang dicantumkan di ppt, merekam suaranya saat membaca <italic id="_italic-68">nash</italic>/teks dan <italic id="_italic-69">al-bayan</italic> yaitu penjelasan terkait isi bacaan, serta menyiapkan tugas yang akan dijadikan sebagai tolak ukur pemahaman mereka.</p>
      <p id="_paragraph-21">Dosen juga harus menyiapkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) di samping dosen menyiapkan materi pembelajaran terkait mata kuliah maharah qira’ah. RPS tersebut mencantumkan beberapa hal penting seperti deskripsi mata kuliah, referensi, kemampuan atau capaian pembelajaran yang diinginkan di setiap pertemuannya dan indikatornya. Setelah bahan materi pembelajaran dan RPS telah selesai dipersiapkan oleh dosen, maka langkah selanjutnya untuk menuntaskan perencanaan pembelajaran <italic id="_italic-70">maharah qira’ah</italic> berbasis <italic id="_italic-71">e-learning</italic> adalah dosen melakukan pengisian pada <italic id="_italic-72">e-learning</italic>. Agar bahan materi pembelajaran dapat diakses oleh mahasiswa di <italic id="_italic-73">e-learning</italic>, dosen harus bisa mengedit bahan materi yang akan diupload di <italic id="_italic-74">e-learning</italic> dengan memanfaatkan menu-menu yang terdapat di <italic id="_italic-75">e-learning</italic>.</p>
      <p id="paragraph-c48dbbbbd49a9c2139a0d5910ab4a94b">
        <bold id="_bold-34">P</bold>
        <bold id="_bold-35">e</bold>
        <bold id="_bold-36">laksana</bold>
        <bold id="_bold-37">an</bold>
        <bold id="_bold-38"> P</bold>
        <bold id="_bold-39">embelajaran </bold>
        <italic id="_italic-152">
          <bold id="_bold-40">M</bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-153">
          <bold id="_bold-41">aharah </bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-154">
          <bold id="_bold-42">Q</bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-155">
          <bold id="_bold-43">ira’ah</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-44"> B</bold>
        <bold id="_bold-45">erbasis </bold>
        <italic id="_italic-156">
          <bold id="_bold-46">E-Learning</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-47"> Mahasiswa PBA UMSIDA di Era Pandemi C</bold>
        <bold id="_bold-48">ovid-19</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-22">Berdasarkan Surat Edaran UMSIDA Nomor 1015/II.3.AU/02.00/B/EDR/III/2022, pelaksanaan perkuliahan pada semester genap tahun akademik 2021/2022 di UMSIDA berlangsung secara tatap muka dan secara daring. Perkuliahan secara daring berbasis <italic id="_italic-76">e-learning</italic> dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan, termasuk di dalamnya pelaksanaan pembelajaran sebelum UTS dan UAS serta pada saat UTS dan UAS kemudian selebihnya dilakukan secara tatap muka. Ustadzah memerintahkan mahasiswa untuk mengikuti langkah-langkah pembelajaran yang sudah diupload di <italic id="_italic-77">e-learning</italic> dengan runut.</p>
      <p id="_paragraph-23">Mahasiswa yang akan mengikuti langkah-langkah pembelajaran tersebut harus mengakses kelas <italic id="_italic-78">maharah qira’ah</italic> yang ada di <italic id="_italic-79">e-learning </italic>terlebih dahulu dengan cara memasukkan NIM, <italic id="_italic-80">password</italic> dan kode <italic id="_italic-81">enroll </italic>kelas <italic id="_italic-82">maharah qira’ah</italic>. Setelah mahasiswa dapat mengakses kelas <italic id="_italic-83">e-learning maharah qira’ah</italic>, maka mereka dapat mengikuti pembelajaran dengan runut. Adapun langkah-langkah pembelajaran <italic id="_italic-84">maharah qira’ah</italic> di <italic id="_italic-85">e-learning</italic> adalah dimulai dari kegiatan pendahuluan dengan <italic id="_italic-86">muqaddimah </italic>melalui <italic id="_italic-87">live</italic> suara yang kemudian di<italic id="_italic-88">upload</italic> pada tampilan <italic id="_italic-89">e-learning</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-24">Kemudian pada kegiatan inti pemberian mufrodat yang telah dicantumkan di ppt. Setelah itu, ustadzah membaca bacaan dan memberikan penjelasan dengan menggunakan <italic id="_italic-90">live</italic> suara. Untuk sesi tanya jawab dilangsungkan melalui media <italic id="_italic-91">whatsapp.</italic> Dilanjutkan ke kegiatan penutup yaitu pemberian tugas kepada mahasiswa untuk kemudian dikumpulkan di <italic id="_italic-92">e-learning</italic> dan salam. <italic id="_italic-93">E-learning</italic> hanya berisi penyampaian dosen mengenai materi pembelajaran kepada mahasiswa, sehingga dalam prakteknya <italic id="_italic-94">e-learning</italic> hanya diakses oleh mahasiswa ketika mereka ingin mengulas materi pelajaran dan saat akan mengerjakan tugas.</p>
      <p id="_paragraph-25">Status <italic id="_italic-95">e-learning</italic> mengalami perubahan, pada awal pandemi <italic id="_italic-96">e-learning</italic> dijadikan sebagai faktor utama dalam pembelajaran, berbeda dengan sekarang yang hanya dijadikan sebagai faktor pendukung saja. Perubahan tersebut terjadi karena <italic id="_italic-97">maharah qira’ah</italic> yang termasuk 4 <italic id="_italic-98">maharah</italic> di dalam pembelajaran bahasa Arab itu memerlukan pendampingan dan pengawasan, karena bahasa Arab merupakan bahasa asing yang harus melalui pendampingan dan membutuhkan praktek langsung. Sehingga apabila dalam pembelajaran tersebut para mahasiswa dilepas dari pengawasan dosen, maka akan mengakibatkan pembelajarannya menjadi susah dan kurang maksimal. Dalam mengatasi hal tersebut dosen <italic id="_italic-99">maharah qira’ah</italic> menggunakan pendukung lain untuk menunjang pembelajaran <italic id="_italic-100">maharah qira’ah </italic>seperti <italic id="_italic-101">google meet</italic> dan <italic id="_italic-102">whatsapp</italic>. Pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi internet adalah untuk meningkatkan lingkungan belajar dengan konten yang kaya dengan cakupan yang luas.[10]</p>
      <p id="_paragraph-26">Pembelajaran <italic id="_italic-103">maharah qira’ah</italic> secara daring berbasis <italic id="_italic-104">e-learning</italic> dengan menggunakan aplikasi pendukung berupa <italic id="_italic-105">google meet</italic> diawali dengan kegiatan pendahuluan yaitu <italic id="_italic-106">muqaddimah</italic>, kemudian membaca al-qur’an secara bersama (dosen dan mahasiswa) dengan <italic id="_italic-107">jahr</italic>. Ustadzah melakukan presentasi dengan menggunakan media pembelajaran ppt dengan menekan tombol <italic id="_italic-108">screen sharing</italic> pada tampilan <italic id="_italic-109">google meet</italic>.</p>
      <p id="_paragraph-27">Kegiatan inti pembelajaran dimulai ustadzah dengan membaca bacaan yang sekaligus menjelaskan <italic id="_italic-110">mufrodat</italic>. Ustadzah menggunakan metode membaca dalam pembelajaran <italic id="_italic-111">maharah qira’ah</italic>. Basis kegiatan pembelajarannya adalah memahami isi bacaan, didahului oleh pengenalan kosakata pokok dan maknanya, kemudian mendiskusikan isi bacaan dengan bantuan guru. Langkah-langkah penggunaan metode <italic id="_italic-112">qira’ah</italic> adalah guru memulai pembelajaran dengan memberikan kata-kata atau ungkapan yang sulit, kemudian pelajar diminta untuk membaca dalam hati teks bacaan, selanjutnya mendiskusikan isi bacaan dengan bimbingan guru, tanya jawab mengenai kosakata yang belum dipahami, dan pemberian tugas. Dalam metode <italic id="_italic-113">qira’ah</italic> terdapat 2 jenis yaitu metode <italic id="_italic-114">qira’ah mukatsafah</italic> dan <italic id="_italic-115">muwassa’ah</italic>. Dan yang digunakan oleh ustadzah adalah metode <italic id="_italic-116">qira’ah mukatsafah</italic> diantaranya <italic id="_italic-117">qira’ah jahriyah</italic> yang lebih dianjurkan oleh ustadzah untuk digunakan dalam pembelajaran <italic id="_italic-118">maharah qira’ah</italic> berbasis <italic id="_italic-119">e-learning</italic> ini.</p>
      <p id="_paragraph-28">Ustadzah menjelaskan makna atau isi yang terdapat pada bacaan dengan terjemah perkata dan secara global. Kemudian memulai sesi tanya jawab dan dilanjutkan ke kegiatan penutup dengan pemberian kesimpulan dan tugas kepada mahasiswa. Pembelajaran tersebut berlangsung selama 1 jam dari pukul 09:30 sampai 10:30 dengan durasi yang lebih singkat dan terbatas dibandingkan pembelajaran offline.</p>
      <p id="paragraph-88e9b0401bdfacf4588963b0949b13a7">
        <bold id="_bold-49">Evaluasi </bold>
        <bold id="_bold-50">P</bold>
        <bold id="_bold-51">embelajaran </bold>
        <italic id="_italic-157">
          <bold id="_bold-52">M</bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-158">
          <bold id="_bold-53">aharah </bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-159">
          <bold id="_bold-54">Q</bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-160">
          <bold id="_bold-55">ira’ah</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-56"> B</bold>
        <bold id="_bold-57">erbasis </bold>
        <italic id="_italic-161">
          <bold id="_bold-58">E-Learning</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-59"> Mahasiswa PBA UMSIDA di Era Pandemi C</bold>
        <bold id="_bold-60">ovid-19</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-29">Evaluasi pelaksanaan pembelajaran <italic id="_italic-120">e-learning </italic>dapat dilihat dari segi peningkatan pengetahuan dan keterampilan, lingkungan belajar, dan pengaruhnya. Evaluasi pelaksanaan <italic id="_italic-121">e-learning </italic>merupakan proses menganalisis kualitas proses pembelajaran berbasis <italic id="_italic-122">e-learning </italic>dan sejauh mana ketercapaian dari proses <italic id="_italic-123">e-learning </italic>tersebut untuk dapat dirasakan para pebelajar.[10] Evaluasi pembelajaran sangatlah diperlukan untuk mengetahui apakah capaian pembelajaran itu telah tercapai. Dalam pembelajaran <italic id="_italic-124">maharah qira’ah</italic> capaian pembelajaran yang diinginkan adalah para mahasiswa mampu untuk membaca dengan baik dan benar yang tentunya sesuai dengan kaidah <italic id="_italic-125">nahwu</italic> dan <italic id="_italic-126">sharaf</italic>, kemudian mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu untuk membaca tetapi juga dapat memahami apa yang mereka baca. Untuk itu diperlukan tahapan evaluasi pada pembelajaran <italic id="_italic-127">maharah qira’ah</italic> agar dosen pengampu mata kuliah tersebut dapat mengukur kemampuan mahasiswa dan ketercapaian pembelajaran yang diinginkan.</p>
      <p id="_paragraph-30">Evaluasi pembelajaran <italic id="_italic-128">maharah qira’ah</italic> berbasis <italic id="_italic-129">e-learning </italic>tentunya akan berbeda dengan evaluasi pembelajaran yang dilakukan secara offline dari segi pelaksanaannya. Ustadzah melakukan evaluasi pembelajaran <italic id="_italic-130">maharah qira’ah</italic> berbasis <italic id="_italic-131">e-learning </italic>dengan memberikan tugas kepada para mahasiswa di akhir pertemuan pembelajaran secara online. Tugas tersebut berbentuk soal-soal yang diberikan untuk mengetahui capaian pembelajaran <italic id="_italic-132">maharah qira’ah</italic>. Tugas berupa soal-soal yang diberikan diambil dari latihan soal yang ada di kitab <italic id="_italic-133">silsilah ta’lim al-lughah al-‘arabiyyah</italic>. Lalu mereka diperintahkan untuk mengumpulkan tugas tersebut dengan menguploadnya ke <italic id="_italic-134">e-learning </italic>dalam bentuk file pdf. Ketika ustadzah memberikan tugas kepada mahasiswa, beliau memberikan waktu selama satu minggu kepada mahasiswa untuk penyelesaian tugas tersebut.</p>
      <p id="_paragraph-31">Kemudian selain melakukan evaluasi pembelajaran <italic id="_italic-135">maharah qira’ah</italic> melalui pemberian tugas kepada mahasiswa, ustadzah juga melaksanakan evaluasi pembelajaran tersebut pada saat kegiatan UTS dan UAS berlangsung. Untuk pelaksanaan evaluasi tersebut, ustadzah memakai <italic id="_italic-136">imtihan tahriri</italic> yaitu dengan menyuruh mahasiswa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memiliki kaitan dengan judul yang sudah dipelajari. Kemudian untuk pengumpulan tugas UTS/UAS dikumpulkan melalui<italic id="_italic-137"> e-learning</italic> jika berupa file pdf dan dapat melalui bantuan aplikasi lain untuk mengirimkan jawaban yang berupa video karena besarnya kapasitas. Dalam pelaksanaan UTS <italic id="_italic-138">maharah qira’ah</italic> ini, ustadzah memberikan durasi waktu kepada mahasiswa untuk menjawab soal-soal ujian sesuai dengan jadwal kuliah <italic id="_italic-139">maharah qira’ah</italic> biasanya yaitu dari pukul 09:30 sampai dengan pukul 11:10. Para mahasiswa diminta oleh ustadzah untuk menggunakan waktu tersebut sebaik-baiknya agar tidak melampaui batas waktu pengerjaan atau <italic id="_italic-140">deadline</italic>nya.</p>
      <p id="_paragraph-32">Untuk penilaian secara keseluruhan pada mata kuliah <italic id="_italic-141">maharah qira’ah</italic>, terdapat beberapa aspek penilaian yang akan dinilai oleh ustadzah, kemudian dari semua aspek tersebut ustadzah akan mengakumulasikan nilai yang akan diperoleh mahasiswa. Terdapat 5 aspek penilaian pada pembelajaran <italic id="_italic-142">maharah qira’ah</italic> terhadap mahasiswa diantaranya adalah penilaian kehadiran atau presensi, keaktifan, presentasi, UTS dan UAS. Pada pembelajaran <italic id="_italic-143">maharah qira’ah</italic> mahasiswa tidak melakukan presentasi terkait materi pembelajaran, hal tersebut ditiadakan dan digantikan dengan evaluasi individu melalui bacaan dan pemahaman mereka di setiap pertemuan untuk kemudian disimpulkan dan dijadikan nilai pada aspek penilaian presentasi. Maka dari itu, ustadzah akan menilai mereka saat membaca bacaan dan memahami isi bacaan yang dipelajari pada pembelajaran <italic id="_italic-144">maharah qira’ah</italic> setiap pertemuan apakah itu sudah baik dan benar ataukah belum. Dan penilaian tersebut bukan bersifat subjektif, akan tetapi bersifat objektif secara langsung dari pendapat dan penglihatan pribadi dosen pengampu mata kuliah <italic id="_italic-145">maharah qira’ah</italic>. Semua aspek penilaian tersebut diakumulasikan menjadi satu dan menjadi nilai akhir mahasiswa pada mata kuliah <italic id="_italic-146">maharah qira’ah</italic>.</p>
      <p id="paragraph-8da01c7dbbe484661515f9c9bbda8235">
        <bold id="_bold-61">Faktor Pendukung dan Penghambat </bold>
        <bold id="_bold-62">P</bold>
        <bold id="_bold-63">embelajaran </bold>
        <italic id="_italic-162">
          <bold id="_bold-64">M</bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-163">
          <bold id="_bold-65">aharah </bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-164">
          <bold id="_bold-66">Q</bold>
        </italic>
        <italic id="_italic-165">
          <bold id="_bold-67">ira’ah</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-68"> B</bold>
        <bold id="_bold-69">erbasis </bold>
        <italic id="_italic-166">
          <bold id="_bold-70">E-Learning</bold>
        </italic>
        <bold id="_bold-71"> Mahasiswa PBA UMSIDA di Era Pandemi C</bold>
        <bold id="_bold-72">ovid-19</bold>
      </p>
      <p id="_paragraph-33">Dalam proses pelaksanaan pembelajaran di era pandemi, pasti dosen dan para mahasiswa dapat menjumpai beberapa faktor yang mendukung proses pembelajaran atau bahkan faktor yang menjadi penghambatnya, terutama pada saat pelaksanaan pembelajaran <italic id="_italic-167">maharah qira’ah</italic> berbasis <italic id="_italic-168">e-learning</italic>. Adapun faktor pendukung dalam pembelajaran <italic id="_italic-169">maharah qira’ah</italic> berbasis <italic id="_italic-170">e-l</italic><italic id="_italic-171">earning</italic> mahasiswa PBA UMSIDA di era pandemi covid-19 adalah penggunaan aplikasi pendukung yang dapat mendukung dan membantu pelaksanaan pembelajaran agar dapat berjalan secara maksimal dan di bawah pengawasan. Aplikasi pendukung yang digunakan seperti <italic id="_italic-172">google meet</italic> dan <italic id="_italic-173">whatsapp</italic>. Kemudian karakter <italic id="_italic-174">e-learning</italic> yang bersifat fleksibel. Sehingga<italic id="_italic-175"> e-learning </italic>dapat diakses di setiap waktu kapanpun sesuai dengan keinginan tanpa ada batasan waktu. Fasilitas wifi UMSIDA yang disediakan oleh kampus, sehingga jaringan internet tetap stabil. Kemudian kuota dari UMSIDA dan pemerintah yang dapat meringankan beban dalam memenuhi kebutuhan penting untuk dapat mengikuti proses pembelajaran. Adanya perangkat elektronik seperti HP dan laptop. Seperti yang dikemukakan oleh Purwanto bahwa pembelajaran berbasis <italic id="_italic-176">e-learning </italic>bisa terlaksana dengan baik karena ada beberapa faktor pendukung antara lain yaitu <italic id="_italic-177">handphone</italic>, pulsa, kuota, serta jaringan internet yang stabil.[11]</p>
      <p id="_paragraph-34">Adapun faktor penghambat pembelajaran <italic id="_italic-178">maharah qira’ah</italic> berbasis <italic id="_italic-179">e-l</italic><italic id="_italic-180">earning</italic> mahasiswa PBA UMSIDA di era pandemi covid-19 adalah kurangnya pengawasan dosen saat pembelajaran karena dosen tidak bisa mengawasi secara langsung keberlangsungan pembelajaran. Jaringan internet yang kurang stabil dikarenakan oleh kondisi cuaca yang buruk atau keberadaannya di tempat yang jauh dari jangkauan akses internet. Kemudian kurangnya kuota internet, kurangnya interaksi antara dosen dan mahasiswa karena interaksi yang terbatas secara virtual. Penjelasan kurang jelas dan detail dikarenakan durasi waktu yang cukup singkat. Kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap materi pembelajaran. Keterbatasan waktu dan rasa malas mahasiswa. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Latifah bahwa kuota internet, akses jaringan internet, fasilitas atau sarana prasarana, waktu dan <italic id="_italic-181">skill </italic>menggunakan media pembelajaran menjadi hambatan paling besar dalam menggunakan media pembelajaran berbasis <italic id="_italic-182">e-learning</italic>.[12]</p>
    </sec>
    <sec id="sec-4">
      <title>Simpulan</title>
      <p id="_paragraph-35">Berdasarkan paparan dan pembahasan hasil penelitian, maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa perencanaan pembelajaran <italic id="_italic-183">maharah qira’ah</italic> berbasis <italic id="_italic-184">e-learning</italic> meliputi: sosialisasi kepada para dosen dan mahasiswa, pemberian pelatihan dan pedoman penggunaan media <italic id="_italic-185">e-learning</italic>, mempersiapkan bahan materi pembelajaran, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dan pengisian pada <italic id="_italic-186">e-learning</italic>. Adapun pelaksanaan pembelajaran <italic id="_italic-187">maharah qira’ah</italic> berbasis <italic id="_italic-188">e-learning</italic> menggunakan metode membaca yang terfokus pada metode membaca keras. Dengan melakukan tahapan pemberian <italic id="_italic-189">mufrodat</italic>, pembacaan <italic id="_italic-190">nash</italic>, penjelasan isi bacaan, tanya jawab, dan pemberian tugas di <italic id="_italic-191">e-learning. </italic>Evaluasi pembelajaran <italic id="_italic-192">maharah qira’ah</italic> berbasis <italic id="_italic-193">e-learning</italic> meliputi: pemberian tugas kepada para mahasiswa, kegiatan UTS dan UAS dan evaluasi individu melalui bacaan dan pemahaman mahasiswa di setiap pertemuan. Adapun faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran <italic id="_italic-194">maharah qira’ah</italic> berbasis <italic id="_italic-195">e-learning</italic>. Faktor pendukung meliputi: penggunaan aplikasi pendukung, seperti <italic id="_italic-196">google meet</italic> dan <italic id="_italic-197">whatsapp</italic>, karakter <italic id="_italic-198">e-learning</italic> yang bersifat fleksibel, fasilitas wifi UMSIDA, kuota dari UMSIDA dan pemerintah dan adanya perangkat elektronik yang dimiliki dosen dan mahasiswa, seperti HP dan laptop. Faktor penghambat meliputi: kurangnya pengawasan dosen saat pembelajaran, jaringan internet yang kurang stabil, kurangnya kuota internet, kurangnya interaksi antara dosen dan mahasiswa, penjelasan kurang jelas dan detail, kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap materi pembelajaran, keterbatasan waktu dan rasa malas mahasiswa.</p>
    </sec>
  </body>
  <back />
</article>